semenjak si 'dia' sibuk dengan gamenya, saya juga sibuk untuk mencari kegiatan yang bisa saya kerjakan. dan hasilnya hingga sekarang, nihil. belum tau mau ngapain untuk menghilangkan rasa ketergantungan saya dengan si 'dia'. santai, ini bukan ketergantungan yang bersifat negatif kok. cuma pengen si 'dia' selalu main-main sama saya..
iya, awalnya saya mengira ketergantungan itu tidak bersifat negatif. pemikirannya itu berubah 180 derajat setelah saya merenungkannya. dan inilah hasil perenungannya saya : saya dengan si 'dia' itu masih muda, kami masih punya garis-garis yang belum bisa dilewati. dia punya dunia sendiri dengan temannya yg nggak bisa saya ganggu gugat. si 'dia' juga punya privasi yang belum bisa saya campuri. yah, main game tadi termasuk didalamnya. dulu, saya nggak bisa mentolerir ini, tapi seiring berjalannya waktu, saya uda ngerti dan mulai memahami situasi ini..
kesimpulannya ?
ada saatnya, si 'dia' ingin berada di dunianya sendiri. saya tidak berhak untuk menganggunya. tapi ketika dia jenuh dengan dunianya, saya akan kembali bermain dengannya. *PDP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar